kisah ku di kampus

Ketika usia semakin bertambah, dan tuntutan hidup mengharapkan ku untuk semakin dewasa. Aku banyak belajar dari lingkungan dimana aku tinggal dan dimana aku berada. Aku menghabiskan 3tahun perkuliahan ku di sebuah kampus yang jauh dari keramaian kota besar. hidup berasrama menjadikan ku lebih banyak menghabiskan waktu bersama rekan sesama mahasiswa dengan bercerita dan kadang sibuk dengan kegiatan sendiri. Perkuliahan yang dari awal tidak aku minati, ku jalani dengan penuh sukacita. Walau banyak masalah yang datang silih berganti. bukan hanya masalah dengan kuliah, tapi ada saja persoalan pribadi yang ikut-ikutan mengganggu dan mengisi cerita hidupku. Hidup berasrama membuatku memahami lebih banyak karakter dan sifat orang. ada yang pemarah, ada yang egois, ada yang cuek super abis, ada yang kecentilan, ada yang melankolis, ada yang butuh diperhatikan dan ada yang seperti ku yang kadang cuek dan kadang butuh perhatian, buat sensasi, buat lelucon di waktu yang hampir bersamaan.

aku belajar menjadi pribadi yang humoris dan mudah bergaul. karena pengalaman ku selama SMA yang cenderung pemalu, tak mau ku ulangi di saat kuliah ini. aku lebih suka punya banyak teman, aku suka mendengarkan cerita mereka walaupun kadang terdengar membosankan, aku suka berbagi cerita galau ku, dan kalau memungkinkan sekali-kali aku akan menjadi wanita penghibur teman-temanku. Aku merasa senang, karena bukan suatu kebetulan aku berada dilokasi yang sama dengan mereka. Aku bersyukur karena hari-hari ku banyak diisi dengan kenangan indah bersama mereka. Di dalam kehidupan berteman, pasti ada saja masalah yang datang menguji pertemanan kita. Mungkin berasal dari ucapan yang salah, atau tindakan yang salah. Ketika aku berbuat salah, maka dengan sangat cepat ku perintahkan otakku untuk segera meminta maaf, sebelum masalah itu semakin membesar. Aku adalah tipe wanita yang akan sangat merasa bersalah sekali, apabila ada orang yang merasa ku rugikan. walaupun sebenarnya kesalahan tidak terletak padaku. Tapi meminta maaf lebih dulu sepertinya tidak menjadi masalah buat ku.

Sebentar lagi, aku dan teman-temanku akan segera wisuda. Dan wisuda ini merupakan awal dari perpisahan kami di kehidupan yang sebenarnya. Setelah acara wisuda selesai, setiap orang diantara kami pasti akan segera memulai hidupnya yang baru lagi, di tempat lain dengan orang-orang yang baru. Namun, perpisahan yang kami alami, tidak semata-mata akan membuat kami berpisah selamanya. Aku dan kami akan tetap bisa bersama dan menjadi komunikasi yang baik satu dengan yang lainnya. Sehingga jalinan kasih diantara kami tidak akan pernah putus.

Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s