Happy Family

Am very thankful for Our Savior and God. He always give everything that I need, not always I want but what really I need in my life. Tuhan ngasih aku suatu kebahagian karena telah terlahir didalam keluarga ku saat ini. Apa jadinya kalau Tuhan menitipkan ku pada seorang artis, yang berarti hidupku akan berbeda. Apa jadinya kalau Tuhan menitipkan ku pada orang kaya raya, atau pada pejabat pemerintah, atau pada keluarga yang kurang mampu. Aku tidak dapat membayangkannya. Apa yang aku terima saat ini, sudah cukup membuatku sangat bahagia. Aku pernah berkhayal jika punya orangtua seorang artis atau orang kaya. hidupku pasti akan berlimpah dengan kemewahan. Tapi itu hanya khayalan ketika pemikiranku belum sematang saat ini. Usiaku saat ini sudah 20tahun. bukan usia yang dapat dikategorikan sebagai remaja yang masih akil baliq. Tapi sudah termasuk kedalam kategori dewasa muda yang sedang menuju proses kematangan.

Dulu, aku ingin sekali memiliki foto keluarga yang utuh. Dan sekarang aku telah memilikinya.

itu foto wisuda ku diambil pada hari wisuda ku yaitu tanggal 8 September 2012. Kampus ku dekat dari tempat tinggal kami saat ini. Jadi tidak terlalu sulit untuk mengumpulkan semua anggota keluarga. Keinginan ku untuk mempunyai foto keluarga, akhirnya bisa terkabul. Ini lah salah satu sisi baiknya yang baru aku sadari mengapa dulu Tuhan menempatkan ku di kampus tersebut. Dulu aku juga lulus di PTN, tapi aku lebih memilih untuk masuk ke kampus ini. Aku bersyukur karena kakak ku yang paling tua, Kak Artha yang kuliah di Palembeng bisa pulang dan menghadiri acara wisudaku. Adek ku si Jhuli juga bisa balik dari Bandung. Hari wisuda ku bertepatan dengan hari libur kampus mereka. Adek ku si Philip yang masih SMA kelas 3, juga bisa ijin gak masuk sehari, bela-belain demi acara wisuda ku. Dan sibungsu dek Simon yang sudah sering ijin setiap sabtu. ikutan datang juga. Malahan dia memakai jas kecilnya yang tampak mulai kekecilan. Bapak sama mamak ku pun tampak bahagia karena salah satu anaknya udah bisa wisuda. Yang artinya beban mereka bisa sedikit berkurang. Karena setelah wisuda, aku harus bekerja dan mulai hidup mandiri. Walaupun kenyataannya sampai sekarang aku masih belum bisa mandiri. Bersyukur banget buat Tuhan yang ngasih pekerjaan yang baik buat Bokap, jadi kami anak-anaknya masih bisa merasakan indahnya bersekolah, memiliki uang jajan yang cukup dan kadang lebih. Bersyukur juga buat Tuhan karena mamak juga masih diberi kesehatan. Mamak ku itu lulusan S1, tapi gak boleh kerja sama Bapak, katanya biar bisa ngurus kami. Aku rasa itu pengerbonan mamak ku untuk keluarganya. Mamak jaga masak, dan masakannya selalu enak. Sayang, karena terlalu sibuk disekolahan, kami anak2nya jadi jarang masak. jadi bakat masak ku pun tidak se-mantab mamak. hahahahah🙂

Waktu wisuda ku kemaren, opung sama tulang ku juga mau datang kian. Cuma gak jadi. Mungkin karena salah info dari aku, atau aku yang gak pintar nyampeinnya.

After all, aku sangat bersyukur untuk apa yang terjadi dalam hidupku. Bersyukur dan menyesal salalu datang belakangan. Kalau kita tidak menyesali sesuatu, pasti kita mensyukurinya. Begitulah sebaliknya. Terima Kasih buat Tuhan atas apa yang boleh aku alami. Semoga aku bisa menjadi lebih dewasa dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s